Kualitas udara di seluruh wilayah Singapura dilaporkan mengalami penurunan signifikan hingga mencapai kategori tidak sehat. Kondisi buruk ini terjadi secara merata di lima wilayah utama negara kota tersebut, yang memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan yang tersedia, penurunan kualitas udara ini dipicu oleh masuknya kabut asap yang terbawa angin. Sumber polusi udara tersebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Sumatra dan Kalimantan, Indonesia. Asap tebal dari kebakaran tersebut kemudian terbawa angin lintas batas menuju Singapura, sehingga meningkatkan konsentrasi partikulat di udara.
Kondisi udara yang tidak sehat ini memaksa penduduk Singapura untuk lebih waspada dalam beraktivitas di luar ruangan. Peningkatan indeks polusi udara biasanya diikuti dengan imbauan dari otoritas kesehatan agar masyarakat menggunakan masker pelindung dan membatasi kegiatan fisik yang berat di area terbuka guna menghindari gangguan pernapasan.
Fenomena kabut asap lintas batas ini merupakan tantangan lingkungan tahunan yang sering terjadi di kawasan Asia Tenggara. Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra dan Kalimantan umumnya dipicu oleh kombinasi antara praktik pembukaan lahan dengan metode pembakaran serta diperburuk oleh musim kemarau panjang atau fenomena El Nino yang menyebabkan lahan gambut menjadi sangat kering dan mudah terbakar.






