Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) memberikan arahan strategis kepada para mahasiswa dalam sebuah agenda kuliah umum yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mampu menguasai perkembangan teknologi secara optimal namun tetap mengedepankan prinsip kebijaksanaan.
Kapolri menyoroti bahwa kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini membawa dampak ganda. Di satu sisi, teknologi menawarkan peluang besar bagi produktivitas dan inovasi, namun di sisi lain, terdapat risiko signifikan yang mengintai pengguna jika tidak dibarengi dengan literasi digital yang mumpuni. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan perangkat teknologi guna mendukung kegiatan akademik dan pengembangan diri yang positif.
Lebih lanjut, Kapolri memberikan peringatan serius mengenai ancaman siber yang terus berevolusi. Menurutnya, seiring dengan semakin canggihnya sistem teknologi, modus kejahatan di dunia maya juga turut berkembang menjadi lebih kompleks. Ancaman ini tidak hanya menyasar infrastruktur besar, tetapi juga individu yang kurang waspada terhadap keamanan data pribadi dan informasi digital.
Melalui pesan tersebut, Kapolri berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu memfilter informasi dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif. Penguasaan teknologi yang bijak dinilai menjadi kunci utama agar generasi penerus bangsa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu melindungi diri serta lingkungannya dari berbagai potensi kejahatan siber yang merugikan.
Kejahatan siber atau cybercrime merupakan tantangan global yang kini menjadi fokus utama berbagai negara dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Bentuknya beragam, mulai dari pencurian data, penipuan daring, hingga serangan terhadap sistem informasi pemerintah dan swasta. Peningkatan literasi digital di lingkungan perguruan tinggi menjadi langkah preventif krusial untuk meminimalisir risiko serangan siber di tengah transformasi digital yang masif di Indonesia.






