Atlet lempar lembing Indonesia, Abdul Hafiz, memberikan pengakuan terbuka mengenai performanya dalam ajang Asian Games Aichi-Nagoya. Ia menyadari bahwa hasil yang dicapai belum maksimal akibat proses persiapan yang dirasa kurang matang menjelang kompetisi bergengsi tersebut.
Hafiz mengungkapkan bahwa terdapat beberapa aspek dalam latihan dan persiapan fisik maupun mental yang belum terpenuhi secara optimal sebelum ia turun ke arena pertandingan. Ketidaksiapan ini berdampak langsung pada efektivitas lemparan dan konsistensi performanya saat menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara Asia.
Meski merasa kecewa dengan hasil yang diraih, atlet lempar lembing ini tidak ingin terlarut dalam kegagalan. Ia berkomitmen untuk menjadikan pengalaman di Aichi-Nagoya sebagai bahan evaluasi besar bagi program latihannya di masa mendatang. Menurutnya, disiplin yang lebih ketat dan pola persiapan yang lebih terstruktur menjadi kunci utama agar ia bisa bersaing di level internasional.
Kini, Abdul Hafiz fokus untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada. Ia berharap dukungan dari tim pelatih dan federasi dapat membantunya dalam menyusun strategi latihan yang lebih komprehensif, sehingga pada ajang internasional berikutnya, ia dapat tampil dalam kondisi puncak dan memberikan kontribusi prestasi bagi Indonesia.
Olahraga lempar lembing merupakan salah satu nomor dalam cabang atletik yang menuntut kombinasi kekuatan otot, kecepatan lari, serta teknik lemparan yang presisi. Di tingkat Asia, persaingan dalam nomor ini sangat ketat, terutama dengan dominasi atlet-atlet dari negara yang memiliki sistem pembinaan atletik yang terintegrasi dengan baik sejak usia dini.





