PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menetapkan target ambisius dalam upaya diversifikasi sumber energi nasional dengan membidik penggunaan biomassa hingga mencapai 60 juta ton untuk menyokong pasokan energi listrik di Indonesia.
Strategi utama yang diterapkan untuk mencapai target tersebut adalah melalui mekanisme co-firing. Metode ini dilakukan dengan cara mencampurkan bahan bakar biomassa ke dalam tungku pembakaran pembangkit listrik yang selama ini bergantung sepenuhnya pada batu bara. Dengan mengintegrasikan biomassa, PLN berupaya menurunkan intensitas emisi karbon yang dihasilkan dari proses pembangkitan listrik.
Implementasi teknologi co-firing ini bukanlah hal baru bagi PLN. Hingga saat ini, praktik pencampuran bahan bakar ramah lingkungan tersebut telah diterapkan di 52 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan transisi energi pemerintah untuk beralih ke sumber daya yang lebih berkelanjutan.
Pengembangan biomassa sebagai substitusi bahan bakar diharapkan tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal. Pemanfaatan limbah pertanian dan kehutanan sebagai bahan baku biomassa diproyeksikan dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru di sekitar area pembangkit listrik melalui pelibatan masyarakat dalam penyediaan bahan baku.






