Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya peran lagu anak-anak sebagai instrumen strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda. Menurutnya, musik yang dirancang khusus untuk anak-anak mampu menjadi media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa sejak usia dini.
Menbud Fadli Zon menilai bahwa karakteristik lagu anak yang sederhana, ceria, dan mudah diingat membuat pesan-pesan budaya lebih mudah diserap oleh anak-anak. Dengan mengintegrasikan unsur budaya ke dalam lirik dan melodi, anak-anak tidak hanya diajak untuk bernyanyi, tetapi juga mengenal identitas nasional mereka dengan cara yang alami dan tanpa tekanan.
Lebih lanjut, langkah ini dipandang perlu untuk membentengi generasi muda dari pengaruh budaya luar yang semakin masif masuk melalui platform digital. Dengan menghadirkan kembali lagu-lagu anak yang bermuatan lokal, diharapkan tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap warisan leluhur yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
Upaya penguatan budaya melalui musik ini diharapkan dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pendidik hingga orang tua, agar ekosistem kreatif bagi anak-anak dapat tercipta. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak lagi dipandang sebagai hal yang kaku, melainkan menjadi bagian dari keseharian anak-anak melalui karya seni yang relevan dengan dunia mereka.
Secara umum, seni musik memang telah lama diakui sebagai salah satu metode pedagogi yang paling efektif dalam perkembangan kognitif dan emosional anak. Di Indonesia, lagu anak-anak tradisional maupun modern sering kali digunakan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk melatih motorik serta mengenalkan norma sosial dan etika, sehingga peran musik menjadi sangat krusial dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.






