PT Lami Packaging (LamiPak) Indonesia mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penguatan tata kelola limbah kemasan. Perusahaan ini secara resmi menggandeng 20 sekolah sebagai institusi percontohan dalam penerapan sistem pengelolaan sampah kemasan aseptik yang berbahan dasar kertas karton.
Program kolaborasi ini dirancang untuk mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dini. Fokus utama dari inisiatif ini adalah memastikan bahwa kemasan aseptik tidak berakhir begitu saja di tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan diproses kembali melalui mekanisme daur ulang yang tepat. Dengan menjadikan sekolah sebagai titik awal, diharapkan tercipta budaya peduli lingkungan yang dapat ditularkan dari siswa kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Implementasi pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan ini mencakup penyediaan sarana pendukung serta pendampingan dalam memilah material kertas karton dari jenis sampah lainnya. LamiPak menekankan bahwa kemasan aseptik memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar, karena komponen kertasnya dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat lainnya.
Melalui proyek percontohan ini, LamiPak berharap dapat membangun ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Keterlibatan institusi pendidikan dinilai strategis karena sekolah merupakan pusat pembelajaran yang mampu membentuk pola pikir kritis siswa terhadap permasalahan sampah plastik dan kertas yang kian meningkat di Indonesia.
Sebagai informasi, isu pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama terkait limbah kemasan produk konsumsi yang sulit terurai secara alami. Penguatan sistem daur ulang melalui kemitraan antara sektor swasta dan lembaga pendidikan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban polusi lingkungan serta meningkatkan angka pemulihan material (material recovery) secara nasional.






