Pemerintah Kota Bandung tengah menghadapi persoalan serius terkait gangguan infrastruktur jalan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa sejumlah titik lampu pengatur lalu lintas atau traffic light di wilayah kota mengalami kerusakan dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Berdasarkan laporan yang diterima, gangguan tersebut diduga kuat terjadi akibat aksi pencurian kotak traffic light. Hilangnya komponen vital ini menyebabkan sistem pengatur lalu lintas lumpuh di beberapa ruas jalan utama. Beberapa titik yang dilaporkan mengalami dampak signifikan antara lain kawasan Tegalega, area Patung Ikan (BKR), Jalan Lembong, Jalan Tamblong, hingga wilayah Leuwipanjang.
Kondisi lampu lalu lintas yang padam ini dikhawatirkan dapat memicu kemacetan parah serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan yang melintasi titik-titik tersebut. Oleh karena itu, Wali Kota Muhammad Farhan meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan mendalam dan menangkap pelaku pencurian tersebut.
Langkah tegas dari aparat penegak hukum dinilai sangat penting untuk memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan yang menyasar fasilitas umum. Selain itu, pemulihan fungsi traffic light diharapkan dapat segera dilakukan guna mengembalikan kelancaran arus lalu lintas di Kota Bandung yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan di Jawa Barat.
Kota Bandung merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia yang memiliki volume kendaraan sangat tinggi setiap harinya. Ketergantungan masyarakat terhadap sistem pengaturan lalu lintas otomatis sangat besar, sehingga kerusakan pada infrastruktur jalan seringkali berdampak luas pada produktivitas warga dan efisiensi transportasi perkotaan.






