PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong yang beroperasi di Sulawesi Utara terus berkomitmen dalam menjaga kelestarian alam. Hal ini dibuktikan melalui penguatan program konservasi yang difokuskan pada perlindungan satwa endemik Yaki serta pengembangan sistem agroforestri di wilayah operasional mereka.
Upaya perlindungan terhadap Yaki, primata khas Sulawesi, menjadi salah satu prioritas utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem lokal. PGE menyadari bahwa keberadaan satwa ini merupakan indikator kesehatan hutan yang harus dijaga agar tidak tergerus oleh aktivitas industri maupun gangguan habitat lainnya.
Selain fokus pada fauna, PGE juga mengimplementasikan konsep agroforestri. Metode ini menggabungkan penanaman pohon hutan dengan tanaman pertanian, sehingga mampu memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, agroforestri berperan dalam memulihkan fungsi ekologis lahan dan mencegah erosi, sementara di sisi lain dapat memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat sekitar melalui hasil panen yang berkelanjutan.
Integrasi antara pelindungan satwa liar dan pengelolaan lahan hijau ini diharapkan dapat menciptakan harmoni antara operasional energi terbarukan dengan pelestarian lingkungan. Dengan pendekatan yang komprehensif, PGE berupaya memastikan bahwa pemanfaatan energi panas bumi tidak hanya memberikan manfaat energi bagi masyarakat, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi biodiversitas di Sulawesi Utara.
Sebagai informasi, energi panas bumi atau geothermal merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dianggap paling stabil dibandingkan energi surya atau angin. Pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia terus ditingkatkan sebagai bagian dari transisi energi nasional menuju Net Zero Emission, mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di jalur cincin api Pasifik dengan potensi panas bumi terbesar di dunia.






