Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan pandangannya mengenai karakteristik ideal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Menurutnya, kemampuan untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak merupakan salah satu kunci utama dalam menjalankan kepemimpinan yang efektif.
Luhut menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh terjebak dalam perasaan bahwa dirinya adalah pihak yang paling benar. Sikap merasa paling benar cenderung menutup ruang dialog dan menghambat masuknya ide-ide segar maupun kritik membangun yang sebenarnya sangat diperlukan dalam proses pengambilan keputusan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keterbukaan terhadap saran dari orang-orang di sekitar, baik itu staf, rekan sejawat, maupun pemangku kepentingan lainnya, akan membantu pemimpin dalam melihat persoalan dari berbagai perspektif. Hal ini dianggap krusial agar kebijakan yang diambil tidak bersifat subjektif dan lebih tepat sasaran dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.
Dengan mengedepankan komunikasi dua arah, seorang pemimpin diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif. Menurut Luhut, pemimpin yang mau mendengar akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari bawahannya, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada efisiensi dan efektivitas organisasi yang dipimpinnya.
Dewan Ekonomi Nasional sendiri merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi kepada pemerintah. Keberadaan lembaga ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa arah pembangunan ekonomi nasional berjalan secara terintegrasi dan mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks, sehingga diperlukan koordinasi yang kuat antar lembaga negara.






