Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, memberikan klarifikasi terkait berkembangnya narasi yang menyebutkan adanya teguran khusus kepada Presiden Joko Widodo dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Hal ini dipicu oleh pembacaan Surat Al-Ahzab ayat 70 hingga 73 dalam rangkaian acara tersebut yang kemudian dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai bentuk kritik atau teguran.
Menurut Lukman, interpretasi yang berkembang di masyarakat mengenai pembacaan ayat suci tersebut tidaklah tepat. Ia menegaskan bahwa suasana dalam acara peringatan satu abad Gontor justru menunjukkan sikap memuliakan terhadap Presiden. Lukman menilai bahwa kehadiran kepala negara dalam acara tersebut merupakan sebuah kehormatan besar bagi institusi pendidikan Islam tertua dan berpengaruh tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dalam acara formal keagamaan adalah hal yang lazim dan memiliki makna spiritual yang luas, sehingga tidak seharusnya ditarik menjadi sebuah narasi politik atau teguran personal kepada pemimpin negara. Lukman berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh interpretasi sepihak yang dapat mengaburkan esensi dari perayaan syukur 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Klarifikasi ini muncul guna memastikan bahwa hubungan antara lembaga pendidikan Islam dengan pemerintah tetap terjaga dengan harmonis. Lukman menekankan pentingnya melihat konteks acara secara utuh daripada mengambil potongan momen tertentu untuk membangun narasi yang kurang tepat di ruang publik.
Pondok Modern Darussalam Gontor sendiri dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam paling berpengaruh di Indonesia yang menerapkan sistem pendidikan modern berbasis pesantren. Selama satu abad berdiri, Gontor telah mencetak ribuan alumni yang berkiprah di berbagai sektor pemerintahan, pendidikan, dan sosial, serta menjadi rujukan bagi pengembangan model pesantren modern di berbagai wilayah Indonesia.






