Pemerintah Malaysia menyatakan keprihatinan mendalam atas serangkaian aksi serbuan yang dilakukan oleh pasukan Israel ke dalam kawasan Kompleks Masjid Al-Aqsa. Menurut penilaian Malaysia, tindakan agresif yang terjadi secara berulang tersebut bukan sekadar gangguan keamanan biasa, melainkan sebuah strategi terencana untuk mengubah identitas serta karakter asli dari situs suci umat Islam tersebut.
Malaysia memandang bahwa masuknya pasukan Israel ke area sensitif tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap status quo yang selama ini berlaku. Tindakan tersebut dinilai sebagai upaya sistematis untuk mengikis nilai sejarah dan religiusitas Al-Aqsa, yang pada akhirnya dapat memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Lebih lanjut, pemerintah Malaysia menegaskan bahwa segala bentuk provokasi di kompleks Al-Aqsa tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan serta hukum internasional. Malaysia mendesak komunitas global untuk memberikan perhatian lebih terhadap situasi di Yerusalem dan meminta adanya langkah nyata guna melindungi situs suci tersebut dari upaya perubahan identitas yang dipaksakan.
Kecaman ini merupakan bagian dari sikap konsisten Malaysia yang selalu mendukung hak-hak rakyat Palestina dan menekankan pentingnya menjaga kesucian Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu tempat paling sakral dalam keyakinan Islam. Malaysia berharap adanya tekanan internasional terhadap Israel agar menghentikan segala bentuk intimidasi dan intervensi di kawasan tersebut demi menjaga stabilitas keamanan regional.






