Galeri Nasional Indonesia kembali menjadi pusat perhatian pecinta seni rupa dengan menggelar pameran tunggal bertajuk "Nasirun 1965–2026: Bersimpuh di Kaki Para Guru". Pameran ini dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus refleksi atas dedikasi panjang Nasirun, yang dikenal sebagai salah satu maestro seni rupa terkemuka di tanah air.
Kegiatan seni ini berlangsung mulai tanggal 13 September hingga 11 Oktober 2026. Lebih dari sekadar ajang pameran karya, momentum ini dihadirkan sebagai wujud penghormatan Nasirun terhadap para guru serta seniman pendahulu yang telah memberikan pengaruh besar dalam membentuk jati diri dan gaya artistiknya selama berkarya.
Dalam pameran kali ini, pengunjung dapat menikmati total 105 koleksi yang beragam. Materi yang dipamerkan tidak hanya terbatas pada lukisan kanvas, tetapi juga mencakup karya tiga dimensi, berbagai barang memorabilia, hingga benda personal seperti peci. Salah satu daya tarik yang dipajang adalah miniatur patung Pancoran atau yang dikenal sebagai Tugu Dirgantara, yang menunjukkan sisi eksploratif sang seniman.
Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, pameran ini dapat menjadi pilihan destinasi wisata edukatif untuk mengisi waktu luang, terutama pada akhir pekan. Pengunjung diajak untuk menelusuri evolusi kreativitas Nasirun melalui kurasi karya yang merepresentasikan perjalanan hidup dan spiritualitasnya dalam dunia seni.
Galeri Nasional Indonesia sendiri merupakan lembaga pemerintah yang berfungsi sebagai ruang publik untuk mengapresiasi seni rupa. Sebagai salah satu galeri seni terbesar di Indonesia, tempat ini rutin menyelenggarakan pameran rutin baik skala nasional maupun internasional, menjadikannya barometer perkembangan seni rupa kontemporer dan tradisional di Indonesia.






