Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa pengembangan sektor industri olahraga tidak boleh hanya berfokus pada prestasi atlet semata, melainkan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Menurut Pratikno, industri olahraga memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan roda ekonomi kreatif. Dengan pengelolaan yang tepat, ekosistem olahraga dapat berkembang menjadi sektor produktif yang menyerap tenaga kerja, mulai dari penyediaan sarana prasarana, produksi peralatan olahraga, hingga penyelenggaraan ajang kompetisi yang mampu menarik wisatawan.
Lebih lanjut, Menko PMK menekankan perlunya sinergi lintas sektoral agar pengembangan industri ini berjalan terintegrasi. Fokus utamanya adalah bagaimana mengubah hobi dan bakat di bidang olahraga menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sektor ekonomi tradisional dan membuka peluang bagi generasi muda untuk berkarier secara profesional di bidang manajemen olahraga maupun industri pendukungnya.
Pratikno meyakini bahwa investasi pada infrastruktur olahraga dan pengembangan sumber daya manusia akan menjadi kunci utama. Jika industri olahraga dikelola secara profesional, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para atlet, tetapi juga oleh pelaku usaha kecil dan menengah yang bergerak di sekitar ekosistem olahraga tersebut.
Industri olahraga secara global telah terbukti menjadi salah satu penggerak ekonomi yang signifikan, terutama melalui penyelenggaraan acara besar seperti Olimpiade atau Piala Dunia. Di Indonesia, tren gaya hidup sehat yang meningkat pascapandemi turut mendorong permintaan terhadap fasilitas olahraga dan produk kesehatan, yang jika dikelola dengan baik oleh pemerintah dan swasta, dapat menjadi pilar baru dalam pertumbuhan ekonomi nasional.






