Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, memberikan pernyataan tegas mengenai pentingnya menjaga stabilitas keamanan di kawasan perairan strategis, khususnya di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab. Dalam pernyataannya pada Senin (28/9), Abdelatty menekankan bahwa jaminan terhadap kebebasan pelayaran di wilayah tersebut merupakan hal yang tidak dapat ditawar.
Menurut Menlu Mesir, keamanan di jalur pelayaran internasional tersebut sangat krusial bagi kelancaran arus perdagangan global. Gangguan keamanan di kawasan tersebut tidak hanya berdampak pada stabilitas regional, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai pasok barang dan jasa di tingkat dunia. Oleh karena itu, Mesir mendorong adanya komitmen bersama untuk memastikan bahwa seluruh kapal yang melintas dapat beroperasi dengan aman tanpa adanya ancaman.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap dinamika geopolitik yang terjadi di sekitar wilayah perairan tersebut. Mesir, yang memiliki kepentingan strategis melalui Terusan Suez, memandang stabilitas di Selat Bab al-Mandab sebagai kunci utama dalam menjaga efisiensi distribusi logistik internasional yang melewati jalur tersebut menuju pelabuhan-pelabuhan di Eropa dan Asia.
Lebih lanjut, pemerintah Mesir berharap agar berbagai pihak terkait dapat bekerja sama dalam mengimplementasikan langkah-langkah preventif guna menghindari eskalasi konflik yang dapat mengancam keselamatan pelayaran. Upaya kolektif dipandang sebagai solusi paling efektif dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks di kawasan Laut Merah saat ini.






