Wahana antariksa raksasa Starship milik perusahaan SpaceX telah berhasil mencapai orbit untuk pertama kalinya pada Senin (28/9). Dalam misi bersejarah ini, Starship membawa serta 26 muatan satelit yang ditempatkan pada posisi orbit yang telah ditentukan.
Meski berhasil mencapai target ketinggian dan kecepatan orbital, misi perdana ini dilaporkan berakhir lebih awal dari jadwal yang direncanakan sebelumnya. SpaceX mencatat bahwa wahana tersebut mampu menjalankan prosedur peluncuran dan navigasi awal dengan baik, namun durasi operasional di luar angkasa tidak berlangsung selama yang diperkirakan oleh tim teknis.
Keberhasilan mencapai orbit ini menjadi tonggak penting bagi SpaceX dalam menguji ketahanan struktur Starship saat menghadapi kondisi ekstrem di ruang hampa udara. Data yang dikumpulkan dari penerbangan orbital pertama ini akan menjadi bahan evaluasi krusial bagi perusahaan untuk menyempurnakan desain dan sistem kendali pada misi-misi berikutnya.
Starship dirancang untuk menjadi sistem transportasi antariksa yang sepenuhnya dapat digunakan kembali, yang diharapkan dapat menekan biaya pengiriman kargo maupun manusia ke luar angkasa secara signifikan. Dengan tercapainya orbit pada misi ini, SpaceX selangkah lebih dekat dalam mewujudkan ambisinya untuk mengirimkan muatan berat ke Bulan dan Mars di masa depan.
Sebagai informasi, Starship merupakan roket paling kuat yang pernah dibangun manusia, menggantikan peran sistem peluncuran konvensional. SpaceX, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk, terus mengembangkan teknologi ini sebagai bagian dari program Artemis NASA untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan, serta visi jangka panjang dalam membangun koloni manusia di planet Mars.






