Pemerintah Jepang secara resmi telah mengakhiri misi bantuan kemanusiaan dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan. Penutupan misi ini dilakukan pada Selasa (29/9/2026) setelah seluruh rangkaian tugas dukungan diberikan kepada otoritas terkait di Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam membantu penanggulangan bencana, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan penghargaan khusus kepada personel Japan Self-Defense Forces (JSDF). Penghargaan yang diberikan berupa Satyalancana Dharma Samudera, sebuah tanda kehormatan yang diberikan kepada mereka yang memiliki jasa besar dalam operasi penyelamatan dan bantuan kemanusiaan di wilayah perairan maupun daratan.
Kolaborasi antara Indonesia dan Jepang dalam penanganan karhutla ini menunjukkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam bidang pertahanan dan penanggulangan bencana. Kehadiran personel JSDF dinilai memberikan dampak positif dalam mempercepat proses pemadaman api di titik-titik panas yang sulit dijangkau, serta membantu meminimalisir dampak polusi asap yang kerap melanda wilayah Kalimantan.
Penutupan misi ini menandai berakhirnya fase operasi gabungan, namun diharapkan kerja sama strategis dalam hal manajemen bencana tetap terjalin antara kedua negara di masa depan. Penghargaan yang diberikan oleh Menhan Sjafrie menjadi simbol pengakuan atas profesionalisme dan kerja keras tim bantuan dari Jepang yang telah bekerja bahu-membahu dengan petugas pemadam kebakaran lokal dan TNI/Polri di lapangan.






