Penyanyi senior Kris Dayanti mengungkapkan rasa rindu dan apresiasinya terhadap sosok musisi legendaris, Guruh Soekarnoputra. Dalam sebuah kesempatan, Kris mengenang kembali salah satu karya monumental yang pernah mereka garap bersama, yakni lagu berjudul 'Mahadaya Cinta'.
Bagi Kris Dayanti, lagu tersebut bukan sekadar komposisi musik biasa, melainkan sebuah karya seni yang memiliki kedalaman makna. Ia menilai bahwa 'Mahadaya Cinta' merupakan salah satu pencapaian artistik tertinggi dari Guruh Soekarnoputra yang berhasil meninggalkan jejak mendalam bagi siapa saja yang mendengarkannya.
Selain mengagumi komposisi musiknya, Kris juga berbagi mengenai pesan terakhir yang ia terima dari sang maestro. Kenangan akan arahan dan nasihat Guruh tersebut menjadi pengingat tersendiri bagi Kris dalam menjalani kariernya di dunia tarik suara. Hubungan profesional yang erat antara keduanya selama bertahun-tahun menjadikan setiap karya yang lahir dari kolaborasi mereka memiliki nilai emosional yang tinggi.
Karya 'Mahadaya Cinta' sendiri dikenal luas sebagai representasi dari kemegahan aransemen musik khas Guruh Soekarnoputra yang seringkali menggabungkan unsur modern dengan sentuhan budaya. Kris Dayanti berharap agar warisan musik seperti ini tetap terjaga dan terus menginspirasi generasi musisi muda di Indonesia agar tidak melupakan kualitas musikalitas yang berkarakter.
Sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah musik populer dan seni pertunjukan di Indonesia, Guruh Soekarnoputra dikenal lewat kemampuan aransemennya yang kompleks dan visioner. Ia sering kali memadukan elemen musik tradisional Nusantara dengan format orkestra atau pop modern, menjadikannya sosok pelopor dalam pengembangan musik kontemporer Indonesia yang diakui secara nasional maupun internasional.






