Pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap motif di balik peristiwa pembunuhan tragis yang menimpa Aspira Surbakti, Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indonesia Kabanjahe. Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, kepolisian telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa akademisi tersebut.
Kapolres Karo, AKBP Febriandi Haloho, mengungkapkan bahwa aksi kejahatan ini bukanlah tindakan spontan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kedua pelaku ternyata telah melakukan pengintaian terhadap korban selama kurang lebih dua bulan. Pemantauan yang terencana ini dilakukan untuk mencari celah dan waktu yang tepat guna mengeksekusi rencana pembunuhan tersebut.
Proses pengungkapan kasus ini melibatkan serangkaian pemeriksaan saksi dan pengumpulan bukti-bukti di tempat kejadian perkara. Polisi menegaskan bahwa kedua tersangka kini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penangkapan kedua pelaku diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban serta mengembalikan situasi kondusif di lingkungan kampus ITB Indonesia Kabanjahe.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum di wilayah Karo, mengingat posisi korban sebagai salah satu pimpinan institusi pendidikan tinggi. Polisi berkomitmen untuk mendalami seluruh aspek perkara guna memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat dalam aksi terencana ini.
Kabanjahe sendiri merupakan ibu kota Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang dikenal sebagai pusat pemerintahan dan pendidikan di wilayah pegunungan tersebut. Keamanan lingkungan kampus dan keselamatan tenaga pendidik menjadi isu krusial dalam menjaga stabilitas proses belajar mengajar, sehingga kasus kriminalitas yang menyasar akademisi sering kali memicu reaksi keras dari masyarakat dan komunitas pendidikan setempat.






