Mufti Besar Arab Saudi secara terbuka memberikan seruan jihad dalam menghadapi ancaman dari kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Pernyataan tegas ini muncul sebagai bentuk respons terhadap situasi keamanan yang berkembang di kawasan tersebut, di mana Arab Saudi merasa perlu mengambil langkah preventif dan ofensif untuk menjaga stabilitas wilayah.
Dalam seruannya, pemimpin tertinggi otoritas keagamaan Arab Saudi tersebut menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental bagi para prajurit. Ia meminta agar setiap tentara memiliki tekad yang kuat dan kesiapan untuk berkorban demi kepentingan yang lebih besar, yakni melindungi kedaulatan negara serta menjaga keamanan wilayah-wilayah suci umat Islam dari gangguan pihak luar.
Seruan ini tidak hanya dipandang sebagai instruksi militer, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Dengan mengaitkan perjuangan tersebut pada nilai-nilai keagamaan, Mufti Besar berupaya membakar semangat patriotisme dan religiusitas para personel keamanan agar tetap teguh dalam menjalankan misi pertahanan negara.
Keterlibatan Arab Saudi dalam konflik Yaman memang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Ketegangan ini dipicu oleh perebutan kekuasaan di Yaman serta pengaruh geopolitik di kawasan Teluk, yang membuat Arab Saudi merasa terancam oleh aksi-aksi kelompok Houthi yang seringkali melakukan serangan lintas batas.






