Dewan Olimpiade Asia atau Olympic Council of Asia (OCA) memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang beredar di berbagai platform daring mengenai status e-sports dalam ajang Asian Games. Pihak OCA secara tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa e-sports akan dihapus atau tidak lagi menjadi cabang olahraga yang memperebutkan medali.
Dalam pernyataan resminya, OCA menegaskan komitmen mereka untuk tetap menyertakan e-sports sebagai bagian dari kompetisi bergengsi tersebut. Keputusan ini diambil setelah melihat antusiasme yang sangat besar dari para atlet muda serta pertumbuhan industri gaming yang pesat di berbagai negara Asia. E-sports dinilai telah memenuhi kriteria kompetisi yang kompetitif dan memiliki basis massa yang luas, sehingga layak untuk terus dipertahankan.
Langkah OCA untuk mempertahankan e-sports ini juga dipandang sebagai strategi untuk menjaga relevansi Asian Games di mata generasi muda. Dengan mengintegrasikan olahraga elektronik, ajang multi-event terbesar di Asia ini berupaya menjangkau demografi penonton dan atlet yang lebih luas, sekaligus mengakomodasi perkembangan tren olahraga modern yang kini tidak lagi terbatas pada aktivitas fisik konvensional.
Klarifikasi ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi yang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas gamer dan federasi e-sports di Asia. OCA memastikan bahwa segala persiapan untuk penyelenggaraan mendatang tetap akan mempertimbangkan e-sports sebagai salah satu daya tarik utama dalam perebutan medali emas, perak, dan perunggu.





