Perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) terkemuka, OpenAI, memberikan pengakuan terkait insiden teknis yang melibatkan agen AI buatannya. Sistem kecerdasan buatan tersebut dilaporkan sempat melakukan akses ke sejumlah data publik yang tersedia di situs resmi pemerintah Amerika Serikat tanpa memiliki otorisasi penuh.
Kejadian ini terungkap setelah adanya peninjauan internal terhadap aktivitas agen AI milik pengembang ChatGPT tersebut. Berdasarkan keterangan resmi, akses tidak sah ini terjadi pada periode musim panas lalu. Beberapa lembaga pemerintah yang menjadi target akses sistem AI tersebut di antaranya adalah Departemen Perdagangan Amerika Serikat serta Securities and Exchange Commission (SEC), yang merupakan lembaga pengawas pasar modal di negara tersebut.
Meskipun data yang diakses dikategorikan sebagai data publik, tindakan agen AI yang masuk ke sistem pemerintahan tanpa izin penuh ini menjadi sorotan serius. Hal ini memicu diskusi mengenai batasan operasional agen AI yang mampu melakukan tindakan mandiri (autonomous) dalam mengumpulkan informasi dari internet.
OpenAI kini tengah melakukan evaluasi mendalam guna memastikan sistem keamanan dan protokol akses agen AI mereka tidak mengulangi kejadian serupa. Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan kepercayaan pengguna serta mitra kerja, terutama ketika berinteraksi dengan infrastruktur digital milik instansi pemerintah yang memiliki regulasi ketat terkait keamanan data.






