Kekuatan oposisi di Israel mengambil langkah strategis dengan mengumumkan pembentukan tiga tim kerja gabungan pada Selasa (29/9/2026). Inisiatif ini dirancang khusus untuk mengoordinasikan berbagai upaya dalam rangka melengserkan pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Langkah koordinasi ini menjadi sinyal kuat adanya konsolidasi kekuatan politik yang ingin mengakhiri masa jabatan Netanyahu. Melalui tim kerja tersebut, pihak oposisi berupaya menyelaraskan strategi politik guna memastikan transisi kepemimpinan dapat terwujud di negara tersebut.
Selain fokus pada penggulingan pemerintahan saat ini, tim kerja gabungan ini juga memiliki agenda jangka panjang. Mereka berencana untuk merancang dan membentuk struktur pemerintahan baru yang mereka sebut sebagai pemerintahan Zionis. Rencana pembentukan pemerintahan baru ini ditargetkan akan direalisasikan setelah pelaksanaan pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang.
Upaya kolektif ini menunjukkan dinamika politik internal Israel yang semakin memanas menjelang pemilu. Dengan pembentukan tim kerja yang terstruktur, oposisi berharap dapat menghadirkan alternatif kepemimpinan yang mampu membawa perubahan signifikan bagi tata kelola pemerintahan di masa depan.






