Awal perjalanan PSS Sleman dalam kompetisi BRI Super League musim 2026/2027 harus dimulai dengan catatan yang kurang memuaskan. Skuad yang dikenal dengan julukan Super Elang Jawa tersebut masih kesulitan untuk mengamankan poin perdana mereka dalam tiga pertandingan pembuka.
Keterpurukan ini terlihat jelas setelah PSS Sleman harus mengakui keunggulan lawan dalam tiga laga beruntun. Mereka mengalami kekalahan saat menghadapi Bali United, Madura United, hingga Dewa United. Hasil negatif ini menempatkan tim asal Sleman tersebut dalam posisi yang sulit di papan klasemen sementara.
Kendati demikian, pelatih Pieter Huistra tetap menunjukkan sikap optimistis terhadap performa anak asuhnya. Huistra menegaskan bahwa ia masih memiliki kepercayaan penuh terhadap kualitas permainan dan kemampuan individu para pemain PSS Sleman. Baginya, hasil buruk di awal musim bukanlah indikator akhir dari potensi tim, melainkan proses adaptasi yang harus dilalui.
Pelatih asal Belanda tersebut meyakini bahwa dengan evaluasi yang tepat dan kerja keras, timnya mampu bangkit dari keterpurukan. Fokus utama saat ini adalah memperbaiki koordinasi antar lini serta meningkatkan efektivitas serangan guna memutus tren negatif dan segera meraih poin pertama bagi klub.
Sebagai salah satu klub tradisional di sepak bola Indonesia, PSS Sleman memiliki basis penggemar yang sangat besar dan loyal. Dukungan dari suporter menjadi faktor krusial bagi tim untuk membangun kembali mentalitas juara, terutama saat menghadapi tekanan di awal musim kompetisi yang kompetitif.





