Sejumlah organisasi masyarakat sipil melontarkan tudingan serius terhadap kelompok Houthi di Yaman. Kelompok tersebut diduga kuat telah melakukan berbagai tindakan yang dikategorikan sebagai kejahatan perang dalam konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah praktik perekrutan anak-anak di bawah umur untuk dijadikan tentara. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan konvensi internasional, mengingat anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan dan akses pendidikan, bukan justru dilibatkan dalam medan pertempuran yang berbahaya.
Selain masalah tentara anak, organisasi sipil tersebut juga memaparkan sejumlah pelanggaran kemanusiaan lainnya yang dilakukan oleh Houthi. Beberapa di antaranya mencakup tindakan pembunuhan di luar hukum serta aksi penculikan terhadap warga sipil maupun pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan kepentingan mereka.
Kekejaman tersebut semakin diperparah dengan adanya serangan artileri yang diarahkan ke kawasan permukiman penduduk. Penembakan artileri secara membabi buta ke area sipil ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur publik, yang memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman.
Laporan ini menjadi peringatan keras bagi komunitas internasional untuk lebih memperhatikan situasi di Yaman. Tindakan-tindakan yang menyasar warga sipil dan eksploitasi anak dalam konflik bersenjata dianggap sebagai bentuk degradasi nilai kemanusiaan yang harus segera dihentikan melalui tekanan diplomatik maupun mekanisme hukum internasional.






