Berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali, hari Sabtu yang jatuh pada tanggal 26 September memiliki makna spiritual dan praktis tersendiri bagi masyarakat setempat. Dalam penanggalan Bali, hari ini ditetapkan sebagai Saniscara Umanis Bala.
Kondisi hari Saniscara Umanis Bala dipercaya membawa energi yang positif bagi mereka yang berencana untuk mengembangkan aspek ekonomi atau mata pencaharian. Secara spesifik, hari ini dinilai sebagai waktu yang sangat baik bagi masyarakat yang ingin memulai aktivitas perdagangan. Hal ini mencakup persiapan fisik seperti membangun atau menata tempat berjualan, hingga langkah nyata untuk mulai memasarkan produk atau jasa kepada konsumen.
Penggunaan kalender Bali dalam menentukan hari baik, atau yang sering disebut dengan 'dewasa ayu', merupakan tradisi yang masih dijunjung tinggi hingga saat ini. Masyarakat Bali percaya bahwa menyelaraskan aktivitas manusia dengan siklus alam dan perhitungan astronomi dapat memberikan kelancaran serta keberhasilan dalam setiap usaha yang dijalankan, termasuk dalam hal mencari nafkah.
Oleh karena itu, bagi para pelaku usaha atau warga yang ingin membuka lapak dagangan baru, momentum Saniscara Umanis Bala ini dapat dimanfaatkan untuk mengawali langkah bisnis mereka dengan harapan mendapatkan keberuntungan dan kelancaran dalam proses jual beli.





