Anggota Panitia Kerja (Panja) Artificial Intelligence (AI) dari DPR RI, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi gelombang transformasi digital di Indonesia. Menurutnya, tanggung jawab untuk memajukan implementasi kecerdasan buatan tidak seharusnya hanya bertumpu pada pundak pemerintah semata.
Dalam kunjungannya ke jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Bina Nusantara (BINUS), Habib Aboe menggarisbawahi bahwa institusi pendidikan tinggi memegang peranan yang sangat krusial. Kampus-kampus yang telah memiliki ekosistem teknologi mapan serta keterkaitan erat dengan industri kreatif dinilai berada pada posisi strategis untuk membentuk arah masa depan AI di tanah air.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kehadiran Artificial Intelligence seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman yang akan menggantikan peran manusia, melainkan sebagai mitra kreatif. Dengan memposisikan AI sebagai alat pendukung, para pelaku industri kreatif dan mahasiswa dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas karya mereka tanpa harus kehilangan sentuhan manusiawi dalam proses kreasi.
Kolaborasi antara akademisi, praktisi industri, dan regulator diharapkan dapat menciptakan standar penggunaan AI yang etis dan produktif. Hal ini penting agar tenaga kerja kreatif Indonesia tidak tergilas oleh perkembangan teknologi, melainkan mampu beradaptasi dan memanfaatkan AI untuk menciptakan inovasi baru yang memiliki daya saing global.






