Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, memberikan apresiasi terhadap arahan yang dikeluarkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengenai kebijakan impor bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Farisi, langkah yang diambil oleh Menteri ESDM tersebut dinilai sebagai strategi yang tepat dalam mengelola ketersediaan energi nasional. Dukungan ini muncul di tengah upaya pemerintah untuk memastikan pasokan BBM tetap terjaga guna mendukung stabilitas ekonomi dan aktivitas masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Partai Golkar memandang bahwa kebijakan impor BBM yang terukur dan terencana sangat krusial untuk menghindari terjadinya kelangkaan stok di pasar domestik. Selain itu, efektivitas dalam pengelolaan impor diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran negara dan menjaga daya beli masyarakat agar tidak terganggu oleh fluktuasi harga energi yang ekstrem.
Farisi menekankan bahwa koordinasi yang kuat antara kementerian terkait dan lembaga penyedia energi menjadi kunci utama dalam mengimplementasikan arahan Menteri ESDM tersebut. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan proses distribusi BBM hasil impor dapat berjalan lancar hingga ke tangan konsumen akhir tanpa ada kendala distribusi yang berarti.
Ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM memang menjadi tantangan jangka panjang bagi ketahanan energi nasional. Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi dalam negeri melalui optimalisasi kilang minyak serta mendorong transisi energi menuju sumber energi terbarukan untuk mengurangi beban impor dan memperkuat kemandirian energi di masa depan.






