Kondisi memprihatinkan menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Nagekeo setelah bencana gempa bumi melanda wilayah tersebut. Puluhan siswa dari SD Negeri Kaburea, yang berlokasi di Desa Tendakinde, kini terpaksa menjalankan aktivitas belajar mengajar di bawah tenda darurat.
Kerusakan bangunan sekolah yang cukup parah membuat ruang kelas tidak lagi aman untuk digunakan. Sebagai solusi sementara agar proses pendidikan tidak terhenti, pihak sekolah bersama para guru mendirikan tenda di area terbuka. Meski fasilitas sangat terbatas, semangat belajar para murid tetap terlihat saat mengikuti instruksi guru di tengah situasi darurat tersebut.
Kondisi belajar di ruang terbuka ini tentu memberikan tantangan tersendiri, baik bagi tenaga pendidik maupun para siswa. Faktor cuaca dan kurangnya sarana penunjang pendidikan menjadi kendala utama dalam menjaga efektivitas pembelajaran. Pihak sekolah berharap adanya perhatian dan bantuan segera untuk perbaikan infrastruktur bangunan yang rusak agar para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang layak dan aman.
Upaya mitigasi dan pemulihan pascabencana kini menjadi prioritas utama di wilayah terdampak. Selain perbaikan fisik bangunan, dukungan psikososial bagi para siswa yang mengalami trauma akibat gempa juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan guna memastikan stabilitas mental anak-anak dalam menerima pelajaran.






