Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo, memberikan peringatan serius terkait pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di era modern. Beliau menekankan pentingnya penerapan standar etika yang ketat dalam pengembangan teknologi tersebut guna menghindari dampak negatif yang dapat memicu fragmentasi dan perpecahan di tengah masyarakat.
Dalam pesannya, Paus Leo mengimbau para pemimpin negara di seluruh dunia untuk mengambil langkah konkret dalam mengawasi implementasi AI. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa kendali moral, karena risiko penyalahgunaan AI dapat mengancam kohesi sosial dan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar.
Lebih lanjut, Paus Leo mengingatkan bahwa AI seharusnya menjadi alat yang mendukung kesejahteraan bersama, bukan justru menjadi instrumen yang menciptakan ketimpangan baru atau memperdalam polarisasi sosial. Oleh karena itu, kolaborasi antarnegara dalam merumuskan regulasi AI yang humanis menjadi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan saat ini.
Kekhawatiran ini muncul seiring dengan semakin dominannya peran AI dalam berbagai sektor kehidupan, mulai dari penyebaran informasi hingga pengambilan keputusan administratif. Tanpa adanya landasan etika yang kuat, dikhawatirkan teknologi ini akan mengabaikan aspek empati dan keadilan sosial demi efisiensi semata.






