Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi telah merilis susunan pengurus harian untuk masa bakti 2026-2031. Pengumuman mengenai struktur organisasi terbaru ini disampaikan langsung di Kantor PBNU yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/9/2026) malam.
Penetapan susunan pengurus harian ini menjadi langkah krusial bagi organisasi dalam menentukan arah kebijakan dan strategi pengembangan jamaiyah selama lima tahun ke depan. Struktur baru ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi internal serta mengoptimalkan peran PBNU dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat dan bangsa.
Proses pemilihan dan penyusunan pengurus ini dilakukan melalui mekanisme organisasi yang berlaku, dengan mempertimbangkan berbagai aspek kompetensi serta representasi dari berbagai wilayah. Kehadiran jajaran pengurus baru ini diharapkan mampu membawa pembaruan dalam tata kelola organisasi agar tetap relevan dengan dinamika sosial dan keagamaan yang berkembang pesat di Indonesia.
Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026-2031, PBNU kini memiliki landasan struktural yang jelas untuk menjalankan program-program kerja strategis. Fokus utama organisasi ke depan diprediksi akan tetap berpusat pada penguatan moderasi beragama, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Sebagai organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas sosial dan harmoni keberagaman di tanah air. Dengan basis massa yang tersebar luas dari tingkat pusat hingga pelosok desa, setiap perubahan struktur kepemimpinan di PBNU umumnya menjadi perhatian publik karena berdampak signifikan terhadap arah gerakan keagamaan dan sosial-politik di Indonesia.






