Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra. Tokoh yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap seni dan politik ini mengembuskan napas terakhirnya pada usia 73 tahun.
Dalam pernyataan resminya, PDIP mengenang sosok Guruh bukan sekadar sebagai seorang figur publik, melainkan sebagai seniman besar yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi dunia kreativitas di Indonesia. Selain bakat seninya, Guruh dinilai sebagai pribadi yang memegang teguh prinsip Marhaenisme, sebuah ideologi yang menjadi landasan perjuangan rakyat kecil.
Lebih lanjut, PDIP menegaskan bahwa Guruh Soekarnoputra merupakan sosok pejuang partai yang loyal. Perannya dalam mengawal garis perjuangan partai dianggap memberikan inspirasi bagi kader-kader lainnya. Kepergiannya meninggalkan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat dekat, tetapi juga bagi organisasi politik yang telah lama ia bela.
Penghormatan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas seluruh pengabdian Guruh selama hidupnya, baik dalam ranah seni pertunjukan maupun dalam aktivitas politik praktis yang ia jalani bersama PDIP. Kepergiannya dipandang sebagai kehilangan salah satu tokoh yang mampu mengawinkan nilai-nilai estetika dengan semangat perjuangan politik.
Sebagai informasi, Marhaenisme merupakan konsep pemikiran yang dikembangkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang berfokus pada pembelaan terhadap kaum kecil atau rakyat jelata yang memiliki alat produksi namun tetap hidup dalam kemiskinan. Ideologi ini kemudian menjadi akar filosofis bagi PDIP dalam menjalankan roda organisasi dan program kerjanya untuk kesejahteraan rakyat.






