Sebuah proyek pembangunan kawasan bernama Pusbatara kini tengah dipersiapkan untuk menjadi simbol kebersamaan dan persatuan. Kawasan ini mengusung filosofi 'sedunia sekeluarga', yang merefleksikan semangat persaudaraan lintas batas dan latar belakang.
Secara geografis, Pusbatara direncanakan berdiri di lokasi yang sangat strategis, yakni di kawasan pinggir sungai yang menjadi batas alami antara Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Pemilihan lokasi ini dinilai memiliki makna simbolis sebagai titik temu antara dua wilayah besar di Pulau Jawa.
Kawasan ini terletak di wilayah Legok. Bagi masyarakat yang datang dari ibu kota, akses menuju lokasi tersebut tergolong cukup terjangkau dengan estimasi waktu perjalanan sekitar satu jam dari kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Kehadiran Pusbatara diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah sekitar serta mempererat hubungan antardaerah.
Secara umum, pembangunan kawasan terpadu yang menggabungkan unsur budaya, religi, atau sosial di wilayah perbatasan sering kali bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Selain menjadi destinasi baru, pembangunan semacam ini biasanya diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarprovinsi serta memperkuat integrasi sosial masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.






