Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan skema pemberian protein hewani untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, mengungkapkan bahwa ikan akan menjadi menu utama yang disajikan sebanyak dua kali dalam satu pekan bagi para penerima manfaat program tersebut.
Keputusan untuk mengintegrasikan ikan ke dalam menu mingguan ini didasari oleh berbagai pertimbangan strategis. Menurut Didit, ikan memiliki kandungan nutrisi yang sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama dalam mendukung kecerdasan otak dan kesehatan fisik secara keseluruhan. Dengan frekuensi penyajian dua kali seminggu, diharapkan kebutuhan protein berkualitas tinggi dapat terpenuhi secara konsisten.
Selain fokus pada aspek kesehatan, kebijakan ini juga bertujuan untuk mengoptimalisasi potensi sumber daya kelautan Indonesia. Dengan menyerap hasil tangkapan nelayan dan produksi budidaya lokal untuk kebutuhan program skala nasional, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan antara penyedia pangan dan konsumen akhir.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mampu menurunkan angka malnutrisi di kalangan pelajar, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih gemar mengonsumsi ikan. Ketersediaan ikan yang melimpah di wilayah nusantara menjadi modal utama bagi pemerintah dalam menjalankan program pemenuhan gizi ini secara berkelanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Upaya ini dilakukan guna mengatasi masalah stunting dan gizi buruk yang masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia, sehingga anak-anak memiliki kesiapan fisik dan kognitif yang lebih baik dalam menempuh pendidikan.






