Kewaspadaan tinggi diterapkan dalam menyambut pertandingan sepak bola antara Tim Nasional Indonesia melawan Malaysia pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Guna memastikan jalannya laga berlangsung kondusif dan aman, pemerintah mengerahkan kekuatan besar dari unsur keamanan.
Sebanyak 5.250 personel gabungan yang terdiri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah disiagakan. Penempatan personel ini dilakukan secara strategis, mulai dari area dalam stadion, ring luar, hingga akses jalan menuju lokasi pertandingan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan maupun potensi kericuhan.
Keterlibatan personel dalam jumlah besar ini merupakan langkah preventif untuk menjamin keselamatan para pemain, ofisial, serta ribuan suporter yang hadir memberikan dukungan langsung. Koordinasi antara TNI dan Polri difokuskan pada manajemen massa agar arus keluar masuk penonton dapat teratur dan tidak terjadi penumpukan yang membahayakan.
Selain pengamanan fisik, petugas juga akan melakukan pengawasan ketat terhadap barang bawaan penonton guna memastikan tidak ada benda terlarang yang masuk ke area stadion. Hal ini dilakukan demi menjaga standar keamanan internasional yang ditetapkan dalam turnamen resmi FIFA.
Persaingan sepak bola antara Indonesia dan Malaysia memang selalu menjadi sorotan karena rivalitas sejarah yang panjang. Oleh karena itu, pengamanan ekstra dianggap perlu agar semangat kompetisi tetap berada dalam koridor sportivitas dan tidak berujung pada konflik antarpendukung di lapangan maupun di luar stadion.





