Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menekankan pentingnya penguasaan literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi kaum perempuan saat ini. Kemampuan memahami teknologi AI dinilai krusial agar perempuan dapat memberikan pendampingan yang tepat bagi anggota keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurut Indriyatno, peran perempuan dalam lingkungan keluarga sangat strategis, terutama dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anak. Dengan bekal literasi AI yang memadai, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga mampu mengarahkan pemanfaatan teknologi ini secara bijak, produktif, dan aman.
Kebutuhan akan literasi AI ini muncul seiring dengan semakin terintegrasinya teknologi kecerdasan buatan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan hingga hiburan. Tanpa pemahaman yang cukup, terdapat risiko penyalahgunaan teknologi atau paparan konten negatif yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak serta keharmonisan keluarga.
ICT Watch mendorong adanya upaya kolektif untuk meningkatkan akses edukasi teknologi bagi perempuan. Hal ini bertujuan agar kaum perempuan memiliki kepercayaan diri dalam mengoperasikan alat-alat berbasis AI serta mampu mengidentifikasi potensi risiko yang menyertainya. Dengan demikian, literasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga ketahanan keluarga di era transformasi digital.
Secara umum, literasi digital dan AI menjadi isu global yang mendesak seiring dengan masifnya adopsi teknologi otomatisasi di berbagai sektor. Ketimpangan gender dalam penguasaan teknologi seringkali menjadi tantangan dalam pemerataan akses informasi. Oleh karena itu, penguatan kapasitas digital bagi perempuan dianggap sebagai langkah strategis untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan bertanggung jawab di tingkat rumah tangga maupun masyarakat luas.






