Menteri Pertahanan Republik Indonesia secara resmi menyerahkan 12 unit kendaraan tempur amfibi jenis Assault Amphibious Vehicle (AAV)7 Mi-35 kepada Pasukan Marinir (Pasmar) 1. Prosesi serah terima alutsista terbaru ini berlangsung di Mako Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin lalu.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan tempur amfibi ini dilakukan melalui skema Foreign Military Sales (FMS). Skema ini merupakan mekanisme resmi pemerintah Amerika Serikat dalam menjual peralatan militer kepada negara mitra, yang menjamin standar kualitas serta dukungan teknis yang terukur.
Penambahan unit AAV7 Mi-35 ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas operasional Pasukan Marinir, khususnya dalam menjalankan misi pendaratan amfibi dan operasi serangan cepat di wilayah pesisir. Kendaraan ini dirancang khusus untuk mampu bergerak di medan air maupun darat, sehingga memberikan fleksibilitas tinggi bagi prajurit dalam menghadapi berbagai situasi tempur.
Kehadiran alutsista baru ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memodernisasi persenjataan TNI guna menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan spesifikasi yang mumpuni, AAV7 Mi-35 diproyeksikan menjadi tulang punggung dalam operasi proyeksi kekuatan laut di wilayah strategis Indonesia.






