PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk secara resmi melakukan langkah strategis dengan memisahkan atau melakukan spin-off terhadap unit bisnis fiber optiknya. Langkah besar ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLAB) yang digelar pada Rabu (30/9).
Seluruh aset dan operasional bisnis fiber tersebut kini dialihkan ke entitas baru bernama InfraNexia. Nilai bisnis yang dipindahkan dalam aksi korporasi ini mencapai angka yang sangat signifikan, yakni sebesar Rp85,7 triliun. Langkah ini menandai pergeseran fokus strategis perusahaan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital saat ini.
Selain pemisahan unit bisnis, RUPSLAB tersebut juga menjadi momentum bagi Telkom untuk melakukan penyegaran organisasi. Perusahaan melakukan perombakan pada susunan pengurus serta menunjuk Direktur Utama baru guna memimpin arah kebijakan perusahaan ke depan. Perubahan kepemimpinan ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam mengelola aset dan strategi pertumbuhan perusahaan.
Strategi spin-off ini diambil sebagai bagian dari upaya Telkom untuk menjadi lebih ramping dan fokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dengan memisahkan infrastruktur fiber ke dalam entitas khusus, Telkom berupaya menciptakan ekosistem yang lebih siap terhadap adopsi AI (AI Ready), sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat inovasi layanan digital bagi pelanggan.
Secara umum, tren spin-off dalam perusahaan teknologi besar dilakukan untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan memungkinkan unit bisnis tertentu berkembang lebih fleksibel tanpa terbebani oleh struktur organisasi induk yang kompleks. Di industri telekomunikasi global, pemisahan antara pengelolaan infrastruktur jaringan (network) dan layanan digital (service) telah menjadi strategi umum untuk mengoptimalkan belanja modal dan meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif.






