PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengambil langkah strategis dalam memperkuat ekosistem digital nasional melalui aksi korporasi pemisahan aset dan bisnis, atau spin-off. Perusahaan telekomunikasi plat merah ini telah mendapatkan lampu hijau dari pemegang saham independen untuk memisahkan lini bisnis wholesale fiber connectivity.
Seluruh aset dan operasional terkait konektivitas serat optik tersebut kini dialihkan ke entitas baru bernama PT Telkom Infrastruktur Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan sebutan InfraNexia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi manajemen aset serta mempercepat pengembangan infrastruktur jaringan di seluruh Indonesia.
Keputusan strategis ini muncul bersamaan dengan momentum kepemimpinan baru di jajaran direksi Telkom Indonesia. Direktur Utama yang baru saja menjabat langsung menggerakkan akselerasi proses spin-off ini guna memastikan bahwa pengelolaan infrastruktur jaringan dapat dilakukan secara lebih fokus, lincah, dan profesional.
Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom berharap dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai mitra strategis. Dengan memisahkan unit infrastruktur, perusahaan dapat lebih optimal dalam mengelola investasi modal (Capex) serta meningkatkan kualitas layanan konektivitas bagi pelanggan korporasi maupun mitra penyedia jasa internet lainnya.
Langkah ini juga dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui spesialisasi bisnis. Dengan fokus yang lebih tajam pada pengelolaan infrastruktur, Telkom optimis dapat menjawab tantangan permintaan data yang terus meningkat serta mendukung percepatan digitalisasi di berbagai sektor ekonomi di tanah air.






