Pemerintah China secara resmi memperkenalkan layanan pendaftaran tempat tinggal sementara berbasis daring yang ditujukan bagi warga negara asing (WNA) serta wisatawan mancanegara. Inovasi digital ini hadir untuk menyederhanakan proses administrasi bagi para pengunjung yang memilih menginap di luar fasilitas perhotelan resmi.
Sebelum adanya sistem aplikasi ini, para wisatawan mancanegara yang tidak menginap di hotel—seperti mereka yang memilih tinggal di apartemen sewaan, rumah kerabat, atau penginapan non-hotel lainnya—diwajibkan untuk melakukan pelaporan tempat tinggal secara manual. Prosedur tersebut mengharuskan pengunjung untuk mendatangi kantor polisi setempat guna melaporkan keberadaan dan lokasi tempat tinggal mereka selama berada di wilayah China.
Dengan peluncuran layanan daring ini, para turis kini tidak perlu lagi mengalokasikan waktu dan tenaga untuk berkunjung ke kantor kepolisian hanya demi urusan administrasi lapor diri. Proses pendaftaran kini dapat dilakukan dengan lebih praktis dan efisien melalui perangkat digital, sehingga memberikan fleksibilitas lebih bagi wisatawan dalam mengatur jadwal perjalanan mereka.
Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung asing sekaligus memperkuat efektivitas pendataan warga asing oleh otoritas setempat. Transformasi layanan publik menjadi berbasis aplikasi ini mencerminkan upaya China dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam berbagai sektor pelayanan guna menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih modern dan ramah pengunjung.
Sebagai informasi, China merupakan salah satu destinasi wisata dunia yang memiliki regulasi ketat terkait pengawasan warga asing. Kewajiban lapor diri merupakan bagian dari prosedur keamanan nasional dan ketertiban umum yang telah diterapkan sejak lama. Dengan meningkatnya arus kunjungan wisata pascapandemi, digitalisasi layanan administrasi menjadi langkah strategis bagi pemerintah China untuk mengelola volume wisatawan yang besar tanpa mengabaikan aspek pengawasan keamanan.






