Pemerintah secara resmi telah membuka peluang bagi generasi muda untuk bergabung dalam sekolah kedinasan melalui seleksi penerimaan tahun 2026. Pada periode ini, tersedia total 4.770 formasi yang tersebar di sembilan institusi pendidikan kedinasan di seluruh Indonesia.
Salah satu sekolah kedinasan yang paling diminati, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), mengambil porsi signifikan dalam pembukaan formasi kali ini. Tercatat ada sebanyak 1.410 posisi yang disediakan bagi para calon praja yang lolos seleksi Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN 2026.
Bagi para peserta yang telah mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), langkah selanjutnya adalah mempersiapkan diri menghadapi rangkaian seleksi lanjutan. Tahapan ini menjadi krusial karena akan menguji berbagai aspek kompetensi calon praja, mulai dari kesehatan fisik, mental, hingga kemampuan akademik dan psikologis yang spesifik sesuai dengan standar kebutuhan lembaga pemerintahan.
Proses seleksi yang ketat ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap calon praja yang terpilih memiliki integritas, disiplin, dan kapasitas yang mumpuni untuk menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara di masa depan. Para peserta diimbau untuk terus memantau jadwal resmi agar tidak melewatkan setiap tahapan penting dalam proses rekrutmen ini.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi kedinasan, IPDN memiliki peran strategis dalam mencetak kader pamong praja yang akan mengisi posisi kepemimpinan di tingkat daerah maupun pusat. Lulusan IPDN dipersiapkan untuk menjadi administrator pemerintahan yang profesional, sehingga persaingan untuk masuk ke institusi ini selalu tergolong sangat tinggi setiap tahunnya karena menjanjikan kepastian karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).






