Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota berhasil mengamankan seorang pria berinisial DSA (37) yang diduga kuat merupakan spesialis pencurian perangkat Base Transceiver Station (BTS). Penangkapan tersangka dilakukan setelah serangkaian penyelidikan terhadap aksi pencurian infrastruktur telekomunikasi yang meresahkan di wilayah hukum Tangerang.
Berdasarkan keterangan kepolisian, tersangka DSA memiliki modus operandi yang terencana dalam mengincar komponen-komponen mahal pada perangkat BTS. Aksi pencurian ini tidak hanya menyebabkan kerugian material bagi perusahaan penyedia layanan telekomunikasi, tetapi juga berdampak langsung pada penurunan kualitas sinyal dan gangguan jaringan komunikasi bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Dalam proses pemeriksaan, polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan tindak kriminal tersebut. Tersangka kini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut untuk mengungkap apakah terdapat jaringan lain yang terlibat dalam aksi pencurian perangkat telekomunikasi ini atau apakah pelaku bekerja secara mandiri.
Pihak kepolisian mengimbau kepada perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi untuk meningkatkan sistem pengamanan di lokasi-lokasi BTS, terutama yang berada di area terbuka atau minim pengawasan. Penguatan keamanan fisik dan pemasangan sistem alarm diharapkan dapat meminimalisir risiko pencurian serupa di masa mendatang.
Infrastruktur BTS merupakan komponen vital dalam jaringan telekomunikasi seluler yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara perangkat pengguna dengan jaringan inti operator. Gangguan pada perangkat ini, baik akibat kerusakan teknis maupun tindakan vandalisme dan pencurian, dapat menyebabkan terjadinya 'blank spot' atau hilangnya sinyal komunikasi dalam radius tertentu, yang pada akhirnya menghambat aktivitas ekonomi dan komunikasi warga.






