Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez secara terbuka menyatakan dukungan mereka terhadap kemungkinan kembalinya Inggris ke dalam Uni Eropa (EU). Sikap positif dari dua pemimpin negara besar di Eropa ini menandai babak baru dalam hubungan diplomatik antara London dan Brussel.
Keinginan untuk melihat Inggris kembali menjadi anggota Uni Eropa dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat stabilitas politik dan ekonomi di kawasan Eropa. Dukungan dari Macron dan Sanchez mengindikasikan adanya keterbukaan dari negara-negara anggota EU untuk membuka kembali pintu negosiasi dengan Inggris, meskipun proses tersebut diprediksi akan membutuhkan waktu dan persyaratan tertentu.
Langkah ini menjadi menarik mengingat dinamika politik di Inggris yang masih terus berkembang pasca-Brexit. Kembalinya Inggris ke Uni Eropa dipercaya dapat memulihkan integrasi pasar tunggal serta mempererat kerja sama keamanan di wilayah Eropa, terutama dalam menghadapi tantangan geopolitik global saat ini.
Sebagai latar belakang, Uni Eropa merupakan organisasi ekonomi dan politik yang terdiri dari 27 negara anggota di Eropa. Inggris resmi keluar dari organisasi ini pada 31 Januari 2020 melalui proses yang dikenal sebagai Brexit, setelah melalui referendum pada tahun 2016. Keputusan tersebut membawa dampak signifikan terhadap regulasi perdagangan, perbatasan, serta mobilitas tenaga kerja antara Inggris dan negara-negara anggota Uni Eropa.





