Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan kritik tajam terhadap peran Amerika Serikat dan Israel dalam dinamika politik di kawasan Timur Tengah. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media Al Jazeera, Pezeshkian menyatakan bahwa kedua negara tersebut sengaja menciptakan ketegangan dan mengadu domba negara-negara Muslim.
Menurut Pezeshkian, strategi provokasi yang dijalankan oleh AS dan Israel bertujuan untuk memecah belah persatuan negara-negara Islam. Ia menilai bahwa konflik internal yang terjadi di antara negara-negara Muslim bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami, melainkan hasil dari desain politik pihak luar yang ingin melemahkan stabilitas kawasan.
Lebih lanjut, Presiden Iran menegaskan bahwa motif utama di balik upaya adu domba tersebut adalah ambisi untuk menguasai kekayaan alam yang melimpah di kawasan Timur Tengah. Dengan menciptakan situasi yang tidak stabil dan penuh konflik, AS dan Israel dianggap lebih mudah untuk mengintervensi serta mengontrol sumber daya ekonomi yang ada di wilayah tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas, di mana ketegangan antara Iran dan sekutunya dengan Israel serta Amerika Serikat terus meningkat. Pezeshkian menekankan pentingnya solidaritas antarnegara Muslim agar tidak terjebak dalam permainan politik kekuatan global yang hanya menguntungkan pihak luar.





