Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri. Langkah strategis ini diambil guna memposisikan industri tekstil sebagai salah satu pilar penting dalam struktur ekonomi nasional yang mampu memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Fokus utama dari penguatan sektor TPT ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional sehingga mampu bersaing di pasar global. Dengan industri yang lebih kokoh, pemerintah optimistis volume ekspor produk tekstil Indonesia akan mengalami peningkatan, yang pada gilirannya akan memperkuat neraca perdagangan negara.
Selain berorientasi pada pasar internasional, penguatan industri tekstil juga dipandang sebagai solusi efektif dalam penyerapan tenaga kerja. Sektor TPT dikenal sebagai industri padat karya yang mampu menyerap jutaan pekerja. Oleh karena itu, revitalisasi dan dukungan terhadap industri ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru serta mengurangi angka pengangguran di berbagai wilayah Indonesia.
Presiden Prabowo menekankan bahwa integrasi antara ketersediaan bahan baku, teknologi produksi yang modern, serta akses pasar yang luas menjadi kunci keberhasilan dalam mentransformasi industri tekstil nasional menjadi sektor yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.






