Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting di Istana Negara guna membahas langkah-langkah strategis dalam menanggulangi permasalahan narkoba di Indonesia. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara guna menyelaraskan strategi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri terkait, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti) serta Menteri Hukum (Menkum). Selain jajaran kementerian, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) juga hadir untuk memberikan paparan mengenai kondisi terkini peredaran gelap narkoba serta tantangan yang dihadapi di lapangan.
Menariknya, diskusi ini tidak hanya melibatkan pembuat kebijakan dan aparat penegak hukum, tetapi juga menghadirkan perspektif akademis. Presiden Prabowo melibatkan sejumlah peneliti dari Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan masukan berbasis data dan kajian ilmiah. Hal ini menunjukkan keinginan pemerintah untuk mengintegrasikan pendekatan kebijakan dengan riset terbaru agar solusi yang diambil lebih efektif dan tepat sasaran.
Fokus utama dari pertemuan ini adalah merumuskan strategi komprehensif yang mencakup aspek preventif, rehabilitasi, hingga penegakan hukum yang tegas. Pemerintah berupaya memutus rantai peredaran narkoba yang dinilai telah mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama generasi muda yang menjadi target utama pengedar.






