Presiden Slovakia, Peter Pellegrini, mengungkapkan keprihatinan dan keterkejutannya terkait maraknya insiden kekerasan yang dilakukan oleh siswa terhadap tenaga pengajar di negaranya. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Pellegrini pada Selasa (29/9) menyusul laporan mengenai serangan fisik yang terjadi di lingkungan sekolah.
Menurut Pellegrini, fenomena serangan siswa terhadap guru yang terjadi secara berulang merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan. Ia menilai tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi karena mencederai martabat profesi guru serta mengganggu stabilitas proses belajar mengajar di sekolah. Presiden menekankan bahwa lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman, baik bagi siswa maupun bagi para pendidik.
Lebih lanjut, Presiden Slovakia mengimbau agar ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan disiplin di sekolah-sekolah. Ia berharap terdapat langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, serta adanya perlindungan yang lebih kuat bagi para guru yang menjalankan tugas profesional mereka dalam mendidik generasi muda.
Kasus kekerasan di lingkungan sekolah kini menjadi perhatian serius pemerintah Slovakia. Hal ini memicu diskusi publik mengenai pentingnya kesehatan mental siswa serta penguatan etika dan tata krama dalam hubungan antara murid dan guru guna menciptakan iklim pendidikan yang harmonis dan kondusif.






