Tim nasional catur Indonesia berhasil menutup partisipasinya dalam ajang Olimpiade Catur 2026 dengan catatan prestasi yang membanggakan. Salah satu pencapaian paling signifikan datang dari pecatur wanita, Laysa Latifah, yang sukses melengkapi norma Woman Grandmaster (WGM) selama turnamen berlangsung.
Keberhasilan Laysa dalam memenuhi syarat norma WGM ini menjadi bukti peningkatan kualitas individu pecatur Indonesia di kancah internasional. Pencapaian gelar master internasional merupakan tonggak penting dalam karier seorang pecatur, yang menunjukkan konsistensi performa tinggi dalam menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara.
Selain prestasi individu, performa kolektif tim Indonesia juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil akhir kompetisi, dua tim perwakilan Indonesia berhasil mencatatkan kenaikan peringkat yang cukup drastis, yakni melonjak hingga 40 peringkat. Kenaikan posisi ini mencerminkan efektivitas strategi permainan dan ketangguhan mental para atlet sepanjang fase kompetisi Olimpiade Catur 2026.
Kombinasi antara pencapaian gelar individu oleh Laysa Latifah dan peningkatan peringkat tim secara keseluruhan memberikan sinyal positif bagi perkembangan olahraga catur di tanah air. Hasil ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pecatur muda lainnya untuk terus meningkatkan jam terbang dan kualitas permainan mereka di turnamen-turnamen kelas dunia mendatang.





