Sejumlah pemimpin agama Yahudi atau rabbi senior di Israel secara terbuka menyampaikan keberatan mereka terhadap rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait masa depan Jalur Gaza. Mereka mendesak pemerintah Israel untuk membatalkan rencana pembentukan lembaga yang dikenal sebagai Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Penolakan ini muncul sebagai respons terhadap wacana pemerintah Israel yang ingin menginisiasi struktur tata kelola baru di wilayah Gaza melalui lembaga tersebut. Para rabbi senior ini menilai bahwa pembentukan Board of Peace tidak sejalan dengan visi dan kepentingan strategis mereka terhadap wilayah konflik tersebut.
Meskipun tekanan dari internal pemimpin agama cukup kuat, pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Netanyahu saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam menentukan mekanisme administrasi dan keamanan di Jalur Gaza pasca-konflik. Perdebatan mengenai siapa yang berhak mengelola wilayah tersebut menjadi isu sensitif yang melibatkan berbagai faksi politik dan agama di dalam negeri Israel sendiri.
Langkah penolakan dari para rabbi ini menambah kompleksitas situasi politik domestik Netanyahu, yang saat ini juga tengah menghadapi tekanan internasional terkait krisis kemanusiaan di Gaza serta tuntutan untuk mencapai gencatan senjata yang berkelanjutan.






