Kecurigaan mengenai kasus keracunan massal melanda sejumlah siswa di SMAN 1 Rembang setelah mereka mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (24/9/2026). Insiden ini memicu reaksi cepat dari pemerintah daerah setempat untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan langkah investigasi mendalam. Salah satu tindakan utama yang diambil adalah mengambil sampel dari menu makanan yang dibagikan kepada para siswa untuk kemudian diuji di laboratorium. Proses uji lab ini krusial guna memastikan apakah terdapat kontaminasi bakteri, bahan kimia berbahaya, atau faktor lain yang menyebabkan gejala keracunan.
Ali Syofi’i menegaskan bahwa pemeriksaan laboratorium menjadi dasar ilmiah untuk menentukan penyebab kejadian tersebut. Hal ini penting dilakukan agar penanganan medis bagi para siswa yang terdampak dapat dilakukan secara tepat sasaran, sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap proses penyediaan makanan bergizi yang disalurkan ke sekolah.
Sejauh ini, pihak Dinas Kesehatan terus memantau kondisi kesehatan para siswa yang mengalami gejala keracunan. Koordinasi dengan pihak sekolah dan fasilitas kesehatan terdekat juga terus diperkuat guna memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapatkan perawatan medis yang memadai hingga kondisi mereka benar-benar pulih.






