Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) saat ini tengah berupaya keras untuk mempercepat penyaluran unit rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Langkah ini diambil guna memastikan target penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Berdasarkan data terbaru, progres realisasi penyaluran rumah subsidi melalui program FLPP saat ini baru menyentuh angka 45 persen dari total target yang dipatok. Kondisi ini mendorong BP Tapera untuk meningkatkan akselerasi distribusi hunian agar tidak terjadi penumpukan target di akhir periode program.
Untuk mencapai target akumulatif sebanyak 350.000 unit rumah pada tahun 2026 mendatang, BP Tapera masih harus menyalurkan sekitar 191.990 unit rumah tambahan. Upaya percepatan ini menjadi krusial mengingat tingginya kebutuhan masyarakat akan hunian yang terjangkau dan layak huni.
Program FLPP sendiri dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pembiayaan perumahan dengan suku bunga rendah dan jangka waktu kredit yang lebih panjang. Dengan terpenuhinya target ini, diharapkan angka backlog perumahan di Indonesia dapat terus ditekan secara signifikan.
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan salah satu instrumen utama pemerintah Indonesia dalam mengatasi masalah kekurangan hunian (backlog). Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar memiliki akses terhadap rumah pertama yang sehat dan terjangkau melalui subsidi bunga kredit pemilikan rumah (KPR).






